Sabtu, 17 April 2010

Surat Cinta Terakhir


Ketika aku dipaksa untuk menuliskan surat terakhir yang akan dibaca ketika aku telah berada dalam sebuah rumah masa depan....

MAKA...........

Kan kutitipkan sebuah surat cinta yang hanya dapat dibaca olehnya…surat cinta yang tertuju pada orang yang aku cinta. Tentunya…
Entah itu anakku, suamiku, orang tuaku atau orang-orang terdekatku…
Sederhananya adalah mereka yang menjadi "hidupku" ..

Kepada yang tercinta…
Malam ini…dengan keharuan yang mendalam…aku titipkan baris-baris kata yang kucoba untuk kurangkai hingga sedemikian rupa dapat merasuki hati dan pikiran kalian..betapa harunya hati ini..diiringi debaran jantung…keresahan hati yang dicampur kerinduan…bahkan satu hal yang mahal bagiku pun ikut tertitikkan…menetes dari mata satu persatu membasahi pipi ini mengalir ke dagu…dan jatuh entah kemana tanpa kuasa aku meletakkan mangkuk di bawahnya…setidaknya butiran ini masih bagaikan Kristal mahal bagiku…

Wahai yang tercinta…
Entah telah berapa lama engkau hadir dalam bagian hidupku…menjadi penggalan cerita di setiap episodenya…tanpamu tak kan ada cerita itu..karna tiap-tiap diri kalian menyumbangkan cerita beragam..memerankan peranan yang berbeda…sungguh bagaikan bianglala yang penuh rasa dan warna. Oups! Sepertinya aku belum pernah menyicipi rasa bianglala…hehehe..tapi sungguh begitulah aku menganalogikan semuanya…
Lalu terpikir olehku…bila pemeran utamanya adalah engkau..apakah aku memerankan peranan baik atau jahat kah?? Sungguh inilah aku apa adanya…terkadang dapat menamparmu…terkadang dapat membelaimu…penuh warna bukan? Dengan harapan cerahnya kumpulan warna itu meninggalkan cerita hebat dalam duniamu…

Untukmu suamiku…(siapapun engkau)
Engkau adalah belahan jiwaku..sungguh sebenarnya tak kan mampu aku menuliskan semua ini…berat rasanya harus berpisah denganmu..ntah berapa lama aku menjadi kamu…tak pernah aku menghitungnya..selama itu pula aku mengabdikan diriku padamu…entah baik atau tidak di matamu..sungguh aku selalu berharap jadi yang terbaik…sempurna menduduki singgasana yang ada di belahan jiwamu..tak pernah terdetik sekalipun untuk pergi darimu…sungguh aku benar-benar berusaha memegang janji dimana engkau bersalaman dengan ayahku mengucapkan kalimat sakral itu…
Hariku tak pernah luput darimu..kebesaran cintaku pun tak pernah lari dari hatimu..hingga nafas terakhirkupun…masih terasa cinta yang mendalam ini…seolah berat rasanya aku melepaskan jiwa yang melekat dengan jiwamu…hingga akhirnya aku tersenyum pergi membawa cinta dan kerinduanku padamu…pastinya arwahku akan secepat kilat menemui Tuhan dan memohon agar Tuhan selalu menjagamu…dan berharap di surga nanti aku bertemu denganmu…hidup denganmu untuk yang kedua kalinya…

Suamiku tercinta, bila pagimu aku lalai menyiapkan sarapanmu, air hangat untuk mandimu…ataupun aku tak sempat meletakkan pakaian kerja yang akan kau kenakan di atas kasur kita, maka maafkan aku…Bila aku terlalu pahit atau terlalu manis dalam membuatkan kopi keberuntunganmu, sungguh aku tak sengaja..Bila aku lupa ucapkan kata “ I Love You” di tiap pagimu…sungguh bukan karena aku marah atau lelah, namun yakinlah meski tak terucap aku tetap mencintaimu..Bila ketika kau pulang dari kerjamu aku tak berdiri di depan pintu menantimu, tak menyambutmu dengan senyum, tak membantumu melepas dasi dan sepatu ataupun tak sempat menyiapkan air hangat untuk kakimu yang letih…sungguh aku selalu berusaha agar semua itu bisa kulakukan di tiap hariku tanpa terlewat sehari pun…dan bila pernah aku tak ada di rumah ketika kau pulang kerja…sungguh aku pun merasa tak tenang saat itu dalam tiap detik yang aku kerjakan..

Maafkan segala wajah yang pernah terkusutkan, bibir yang tak tersenyum, mata yang lelah…bahkan bila kaupun harus mengerjakan apa yang harusnya aku kerjakan dalam istana kita. Tapi…bukankah kenangan indah juga ketika kau menceboki anak kita, sementara aku sibuk membenarkan listrik yang rusak.(kau boleh tertawa mengingatnya)

Benar-benar bagian cerita terindah ketika kau menjadi hidupku…benar-benar kenangan manis segala detik bersamamu..meski hanya sekedar membenarkan kerah kemejamu yang selalu kau bayar dengan sebuah kecupan di keningku..begitu cintanya aku padamu..

Dan Anak-anakku tersayang,(berapapun kalian)...
Kalian adalah buah hatiku yang tak mampu aku ungkapkan seberapa besar sayangnya aku padamu…tak pernah luput hati ini dari wajah-wajah kalian yang selalu memaksa bibir ini untuk melebar..beribu bahkan berjuta kasih selalu aku curahkan meski terkadang aku harus membuat kalian menangis atau tiba-tiba lari menyendiri di dalam kamar..sungguh hidup ini pun ku dedikasikan untuk kalian…
Malaikat-malaikat kecilku…hal terburuk dalam hidupku adalah ketika melihat kalian menangis.. mengeluh…bersedih..!tak rela rasanya bila kalian hidup tak bahagia dan tak tersenyum..teramat besar harapan ini pada kalian..berjuta impian seolah menjadi layar lebar yang dapat ku tonton…melihat dengan jelas potret masa depan di saat kalian menjadi sosok yang diagungkan orang dengan kemuliaan kalian..

Anak-anakku tersayang, bila pagimu aku lalai menyiapkan sarapan kalian, tak sempat membantu mengerjakan PR kalian…ataupun aku tak sempat mendengarkan curahan hati kalian ketika kalian sedang jatuh cinta, tak sempat memberikan bahu ini saat kalian patah hati, maka maafkan aku..Bila aku terlalu manis dalam membuatkan susu keberuntungan kalian, sungguh aku tak sengaja..Bila aku lupa ucapkan kata “ I Love You” di tiap pagi kalian…sungguh bukan karena aku marah atau lelah, namun yakinlah meski tak terucap aku tetap menyayangi kalian..Bila ketika kalian pulang dari sekolahmu, mainmu, les musikmu, les tarimu, latihan bela dirimu dan segala aktivitas kalian aku tak berdiri di depan pintu menanti kalian, tak menyambut dengan senyum, sungguh aku selalu berusaha agar semua itu bisa kulakukan di tiap hariku tanpa terlewat sehari pun…dan bila pernah aku tak ada di rumah ketika kalian pulang berlari mencariku…sungguh aku pun merasa tak tenang saat itu dalam tiap detik yang aku kerjakan..
Dan ketika kalian mengenalkan calon pasangan hidup kalian kepada kami…seakan tak terasa dan tanpa disadari bahwa kalian telah beranjak dewasa, tumbuh menjadi lelaki tampan dan gadis yang sangat cantik..

Maafkan segala wajah yang pernah terkusutkan, bibir yang tak tersenyum, mata yang lelah…bahkan bila kalianpun harus mengerjakan apa yang harusnya aku kerjakan dalam istana kita. Tapi…bukankah kenangan indah juga ketika kalian sibuk memasakkan kue untuk kedua orang tuamu ini, sementara kami asik bermain games berdua di ruang tengah… (kalian pun boleh tertawa mengingatnya)
Amat indah rasanya hidupku memiliki kalian..membesarkan kalian..menjaga kalian..mencurahkan kasih sayang ini untuk kalian..tak ada habisnya…hingga jiwa ini melayang sayangku kepada kalian seolah menjadi bidadari-bidadari yang bersinar mengelilingi jiwa ini, mengawalnya hingga ke nirwana..tentunya aku pun tersenyum bangga akan sinar ini..

Kedua Orang tuaku yang tak dapat lagi aku gambarkan dengan kata-kata seindah apapun…betapa aku mencintaimu…memohon ampunan atas semua kesalahan anakmu ini…berjuta kata ingin ku ucap…tapi tidak di kertas ini…kusiapkan lembaran kertas lain yang lebih mengharukan…butuh kekuatan lebih untuk menahan butiran Kristal ini agar tak pecah…

Untuk semua yang tersayang…sekali lagi ku ikrarkan…betapa kalian telah melengkapi hidupku..tak ada cerita tanpa nama kalian..sungguh panjang kenangan itu..hingga nanti kalian ku nanti…bertemu kita di nirwana..kita ciptakan cerita baru di sana cerita yang tak pernah tak indah…cerita yang tak ada habisnya…mati lagi pun tidak.



NB: Suamiku & anak-anakku…Biarkan jasadkuu beristirahat dengan tenang di taman tulip yang ada di rumah kita…agar tetap dapat kumerasa kehangatan kalian..agar terawat makamku itu…


Dengan Kecupan Cinta terakhir…
-UNGA-

Bila ia seekor Labrador..Nyatanya ia manusia.Kekasihku..

Andai saja engkau tercipta tak bernafas, mungkin telah kukirim kau kepadanya. Ku kembalikan pada pemilik lamamu. Dia lebih membutuhkanmu. Namun sayang, kau manusia, kau hidup, kau bernafas, dan yang terpenting, kau punya hati yang bisa merasa.
Aku seperti tersambar kilat yang datang tiba2, seolan dikirimkan oleh dewa petir di langit (mang ada ya?). ia menyambar hatiku, mengubah semua perasaanku saat itu. Ia juga menyambar jantungku, membuat ia berdegub tak karuan.benar2 konslet aku rasanya saat itu.

Aku melantiknya menjadi sahabat baruku..sungguh aku senang berbagi cerita padanya. Kupikir dia bukan wanita biasa. Yah…setidaknya dia juga perkasa seperti aku. Hehe..semua juga tau aku sedikit pemilih urusan teman. Bukan karna aku sombong. Tapi karna aku sadar betul bahwa teman, pergaulan, lingkungan sangat berpengaruh pada seseorang. Bisa dibayangkan..sepertia apa sahabat baruku itu hingga dia pun pantas ku sebut sahabat.

Suatu ketika, ia menumpahkan segalanya, seolah hatinya ingin muntah mengeluarkan semua yang ada di otaknya. Semua tumpahan cerita itulah yang membuat dewa petir mengirim kilatan petirnya ke hati dan jantungku. Sungguh aku tak sangka! Semua yang kumiliki seharusnya tak kumiliki.

Andai yang kumiliki itu adalah anjing Labrador, ternyata si Labrador ini menghilang dari tuannya pergi meninggalkan tuan yang selama ini memiliki dan memeliharanya dengan baik. Bisa dibayangkan betapa sedih tuan itu.Ketika ia tahu bahwa Labrador kesayangannya pergi dan menemukan tuan baru.meski kini ia telah memiliki Katahula baru yang lebih pengertian.
Tapi yang kumiliki ini bukanlah anjing Labrador atau anjing “bule” lainnya. Aku memiliki seorang manusia yang bernafas, berotak dan berhati. Ia meninggalkan kekasihnya berbulan2 hingga akhirnya bertemu denganku. Sungguh…aku tak tahu bila ia pergi tanpa pamit kepada pemilik sebelumnya. Meskipun pada akhirnya episode mereka berakhir juga .Tapi itu setelah ada aku.

Andai aku tahu semua itu dari awal, mungkin aku bisa berempati penuh.tak kan ku biarkan cinta itu mengetuk hatiku. Tak kan ku beri kesempatan cinta itu mencari kunci hatiku. Tak kan kubiarkan cinta itu membuka pintu hatiku dan tak mungkin aku biarkan ia masuk dalam hatiku.sungguh aku membenci cintaku! Sedikit cacat dia bagiku.bila ia Labrador, mungkin ia Labrador liar yang datang dari rumah ke rumah dengan seenaknya. (untung dia Labrador, kalo anjing kampung?mungkin tak ada yang mau memberinya makan bahkan diusir seenaknya)dan aku harus bersiap-siap bila suatu saat ia bermain ke luar rumah dan menemukan rumah baru dengan tuan kaya raya yang mampu memberinya makanan mewah. Sepertinya saat itu aku akan bernasib seperti tuan-tuan sebelumnya.

YaH..begitulah..sahabat baruku itu adalah pemilik kekasihku.sebelum aku tahu itu.meskipun kini ia telah mengakhiri kontrak mereka, namun tetap aku adalah manusia yang masih bisa berempati, masih bisa merasakan dan berfikir. Bagaimana sakitnya, bagaimana perihnya ia ketika itu, ketika ia tahu bahwa cinta kekasihnya telah mengetuk hati lain. Dan hati itu adalah aku. Gila!! Aku bingung, siapa yang salah?dilema yang sangat menguras otak. Ingin kukembalikan kekasihku pada sahabat baruku, tapi ini bukan masalah barang. Bahkan bila ia seekor Labrador pun aku tak bisa gampang mengembalikannya, karna ia liar dan punya kaki untuk bebas pergi kemana ia suka.dan ini? Dia adalah manusia!manusia yang mulai sedikit cacat di mataku.setidaknya aku tahu dia bukan lelaki sejati.

Aku hanya bisa meminta keikhlasan sahabat baruku itu, semua telah terjadi. Andai saja ketika aku bertemu sahabat baruku ini dalam keadaan sendiri tanpa kekasih baru, mungkin aku akan meminta kekasihku ini tuk kembali padanya.ntah kenapa aku berpikir, ia jauh lebih baik dariku. Ia lebih mengerti dibandingkan aku, cintaku pada kekasihku tak bisa dbandingkan dengan cinta wanita itu. Tapi..bila saat ini aku lakukan itu, pastilah itu adalah hal bodoh yang aku lakukan. Akan bertambah banyak hati yang tersakiti.

Ingin rasanya aku mengembalikan kekasihku, tapi aku akan membuat cerita buruk diantara sahabat baruku dengan kekasih barunya.mereka terlihat begitu bahagia, meskipun ku tahu dalam hati kecil sahabat baruku itu masih menyimpan cintanya pada kekasihku. Aku pun hanya bisa meminta keikhlasannya. Meskipun aku tahu sakit rasanya..Tapi ku harus. Aku pun tak tega sahabat baruku selalu dibayang-bayang oleh perasaan lamanya. (apakah aku salah?apakah aku egois?ato mungkin aku munafik?oh Tuhan…bantu aku..tolong aku agar lebih bijak)

Lalu bagaimana dengan hatiku? Sekali lagi,aku kecewa!!meski ia bukan seekor Labrador, tapi aku tetap kecewa! Aku merasa tertipu.aku pandangi lagi langit-langit kamarku, ku telusuri dinding demi dinding, bintang2 buatanku, poster2 jelek yang belum sempat ku ganti (apa2an…masa poster mickey mouse gede..aku sudah dewasa begini.., belum lagi gambar motor Suzuki Intruder classic 400, Honda VTH dan Harley. Hoho..ini kan jaman aku masih tomboy dulu..). Lagi-lagi aku bayangkan wajah kekasihku.ugh! mengapa wajah itu tak sesuai dengan kenyataan?tak kusangka dibalik wajah itu ada hati yang aneh, ada pribadi yang tak berhati. Ya..aku harus berhati-hati. Aku memutuskan tuk menjaga rasa ini. Menjaga agar tak memuncak, menjaga agar tak menurun drastis.menjaga kestabilannya, hingga bila ia berpindah nanti aku bisa mengerti, aku bisa siap dan aku bisa mengatakan “terbukti!”.

Aku memutuskan untuk menguatkan intuisiku. Aku tak mau menjadi sosok yang naïf yang menyerah pada keadaan. Aku menguatkan intuisiku karna aku tak ingin tertipu lagi.hingga akhirnya aku bisa merasakan semua.namun intuisi ini butuh pembuktian. Intuisiku mesti teruji. Aku hanya menunggu kata-kata keluar dari kekasihku, yang bisa menjadi petunjuk semua kebenaran intuisiku.

Tapi..
Aku masih takut, aku takut ada hati yang luka.hingga akhirnya semua ini aku simpan sendiri. Aku fikirkan sendiri.aku biarkan semua.aku nikmati semua..aku siapkan diriku..aku jaga hatiku..aku doakan sahabat baruku..namun untuk kekasihku, aku tak tau harus bagaimana?harus aku apakan?